APOTEK SIMULASI Fakultas Farmasi
Universitas Jember, 24/3/24 – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis
Sedunia, Sekawan's TB Jember bekerja sama dengan Pioneer Fakultas Farmasi
Universitas Jember telah mengadakan kegiatan kolaboratif yang menarik, yaitu
Podcast World TB. Acara ini menjadi platform penting untuk menyebarkan
informasi tentang Tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat luas. Dipandu oleh 2 MC
dan didukung oleh 2 pembicara, termasuk satu pegiat dan satu penyintas TBC
yaitu bapak Faisol dan Kak Zulfa, podcast ini mengupas berbagai aspek terkait
TBC mulai dari definisi, gejala, penularan, pencegahan, hingga pengobatannya.
Sharing session dengan penyintas TBC menjadi
salah satu momen penting dalam podcast ini. Penyintas berbagi pengalaman
tentang perjalanan mereka mulai dari awal mula terinfeksi, gejala yang
dirasakan, hingga proses pengobatan dan efek sampingnya. Motivasi yang
mendorong mereka untuk sembuh dari TBC juga menjadi bagian yang menginspirasi.
Podcast tidak hanya membahas fakta medis tentang TBC, tetapi juga menyelipkan
perbincangan tentang mitos dan fakta yang berkembang di kalangan masyarakat.
Narasumber juga memaparkan
berbagai kendala yang pernah dirasakan selama menjadi pasien TB, “Meskipun
kondisi badan saya drop saya tetap
meminum obat dalam kondisi apapun” ucap bapak Faisol. Dalam hal ini kita
mengetahui bahwasanya obat penyakit TBC ini memiliki ofek samping yang luar
biasa bagi pasien. Tetapi dengan keinginan sembuh para penyintas saat itu tetap
semangat dalam pengobatan dan selalu optimis untuk sembuh.
Acara ditutup dengan sesi tanya
jawab dari penonton yang menyaksikan langsung melalui Live Streaming di
platform Youtube dan Instagram. Output dari kegiatan ini adalah upaya nyata
dalam melakukan edukasi tentang TBC secara kreatif melalui media podcast,
dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang
penyakit yang sering dianggap tabu ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan
kesadaran masyarakat tentang TBC dapat meningkat, sehingga upaya pencegahan dan
penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan secara lebih efektif. (Penulis : Antita Tri Suharianti)