Podcast World TB

Divisi Komunikasi
02 Jun 2024
...

APOTEK SIMULASI Fakultas Farmasi Universitas Jember, 24/3/24 – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, Sekawan's TB Jember bekerja sama dengan Pioneer Fakultas Farmasi Universitas Jember telah mengadakan kegiatan kolaboratif yang menarik, yaitu Podcast World TB. Acara ini menjadi platform penting untuk menyebarkan informasi tentang Tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat luas. Dipandu oleh 2 MC dan didukung oleh 2 pembicara, termasuk satu pegiat dan satu penyintas TBC yaitu bapak Faisol dan Kak Zulfa, podcast ini mengupas berbagai aspek terkait TBC mulai dari definisi, gejala, penularan, pencegahan, hingga pengobatannya.

 Sharing session dengan penyintas TBC menjadi salah satu momen penting dalam podcast ini. Penyintas berbagi pengalaman tentang perjalanan mereka mulai dari awal mula terinfeksi, gejala yang dirasakan, hingga proses pengobatan dan efek sampingnya. Motivasi yang mendorong mereka untuk sembuh dari TBC juga menjadi bagian yang menginspirasi. Podcast tidak hanya membahas fakta medis tentang TBC, tetapi juga menyelipkan perbincangan tentang mitos dan fakta yang berkembang di kalangan masyarakat.

Narasumber juga memaparkan berbagai kendala yang pernah dirasakan selama menjadi pasien TB, “Meskipun kondisi badan saya  drop saya tetap meminum obat dalam kondisi apapun” ucap bapak Faisol. Dalam hal ini kita mengetahui bahwasanya obat penyakit TBC ini memiliki ofek samping yang luar biasa bagi pasien. Tetapi dengan keinginan sembuh para penyintas saat itu tetap semangat dalam pengobatan dan selalu optimis untuk sembuh.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dari penonton yang menyaksikan langsung melalui Live Streaming di platform Youtube dan Instagram. Output dari kegiatan ini adalah upaya nyata dalam melakukan edukasi tentang TBC secara kreatif melalui media podcast, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang penyakit yang sering dianggap tabu ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang TBC dapat meningkat, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan secara lebih efektif. (Penulis : Antita Tri Suharianti)