TPT itu Penting Gak Sih?

Sekawan Jember
28 Jun 2024
...

TPT atau Terapi Pencegahan Tuberculosis sangat penting bagi individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Biasanya, individu yang menjadi sasaran TPT ialah keluarga dari pasien TB itu sendiri. Pemberian TPT bertujuan untuk mencegah bertambahnya pasien TB dalam satu rumah tersebut. TBC memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu ILTB atau Infeksi Laten Tuberculosis. Dimana, pasien ILTB sudah terkena atau terapapar bakteri TBC dari pasien TB (non ILTB) namun dikarenakan tubuhnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, maka tidak menimbulkan gejala dan bakteri TB tidak berkembangbiak. Sebaliknya, saat kekebalan tubuh seseorang yang kontak erat dengan pasien TB lemah, kemungkinan besar, bakteri yang ditularkan oleh pasien TB (non ILTB) tidak dapat ditahan atau diatasi oleh sistem kekebalan tubuh dan berakhir menjadi penyakit TB. Survey mengatakan bahwa 5 – 10% individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TB, terinfeksi bakteri TBC yang tidak dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. 

Pada Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberculosis (ILTB) yang diterbitkan oleh KEMENKES tahun 2020, dikatakan bahwa pengobatan laten TB dapat mengurangi sesiko reaktivasi hingga 60% - 90%. Selain itu, ujicoba yang dilakukan secara randomisasi terkontrol pada sasaran negara dengan kasus TBC tinggi memberikan hasil bahwa TPT pada ODHA dapat memberikan perlindungan hingga lebih dari 5 tahun. Sehingga, WHO memberikan rekomendasi TPT jangka pendek yang lebih dapat ditoleransi dan memiliki efikasi yang baik sehingga dapat meningkatkan angka kepatuhan pengobatan. Adapun target spesifik dari TPT, antara lain :

a. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) 

b. Kontak serumah dengan pasien TBC paru yang terkonfirmasi bakteriologis 

Anak usia di bawah 5 tahun 

Anak usia 5-14 tahun 

Remaja dan dewasa (usia di atas 15 tahun) 

c. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif 

Pasien immunokompremais lainnya (Pasien yang menjalani pengobatan kanker, pasien yang mendapatkan perawatan dialisis, pasien yang mendapat kortikosteroid jangka panjang, pasien yang sedang persiapan transplantasi organ, dll). 

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik.

Apa yang terjadi jika individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC tidak diberikan atau tidak mendapatkan TPT? Kemungkinan yang mungkin terjadi ialah individu tersebut dapat terinfeksi bakteri TBC dan akan menjadi pasien ILTB. Pada pendampingan yang dilakukan pada tanggal 27 Maret 2024, TB Rangers mendatangi salah satu rumah pasien yang pada rumah tersebut terdapat 2 pasien yang terkena TBC. Pada awalnya, pasien dalam rumah hanyalah sang anak, namun karena individu dalam rumah tersebut tidak melakukan standart pencegahan atau standart perlindungan diri dari pasien TBC seperti menggunakan masker atau mendapat TPT, maka ayah dari pasien TB juga ikut terinfeksi oleh bakteri TBC. Ayahnya yang semula merupakan ILTB menjadi pasien TB karena sistem kekebalan yang ada pada tubuh tidak dapat menahan dan melawan bakteri TBC yang masuk dalam tubuh melalui saluran pernafasan menuju ke paru – paru dan menyebar keseluruh tubuh. Dengan begitu, dalam satu rumah, terdapat 2 pasien TB. 

Pemerintah telah mengatakan bahwa TBC harus dieliminasi pada tahun 2030 mendatang. Berbagai upaya dan usaha telah dilakukan, tidak hanya dari sektor kesehatan, namun juga dari sektor lain seperti sosial kesehatan dan mitra atau NGO lain yang peduli dengan kasus TBC. Dengan adanya dukungan dari sektor lain, kita sebagai masyarakat harus sadar dan ikut membantu percepatan eliminasi TBC tahun 2030 dengan ikut berpartisipasi aktif dalam sosialisasi atau melakukan digital campaign bahwa pentingnya melakukan aware atau proteksi diri sendiri terhadap penyakit TBC dengan melakukan TPT atau deteksi dini penyakit TBC.


Daftar Pustaka :

Kementrian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB). 2020. Jakatra


Penulis: Amelinda Nurul Fadzillah