Kebersihan menjadi salah satu indikator terciptanya sebuah kehidupan yang sehat, mulai dari kebersihan diri sendiri hingga kebersihan lingkungan sekitar, sehingga perlu menanamkan PHBS atau Pola Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari – hari. PHBS tidak hanya meliputi bagaimana cara menjaga kebersihan, tetapi juga bagaimana seorang manusia memiliki kegiatan – kegiatan yang positif dan bermanfaat, bagaimana seharusnya pola makan manusia yang benar, yaitu dengan menerapkan 4 sehat 5 sempurna, hingga bagaimana menata tata letak tempat tinggal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan seperti adanya ventilasi udara dan penerangan atau pemenuhan cahaya matahari yang cukup.
Beberapa kasus TB terjadi karena permasalahan atau latar belakang kehidupan yang kurang sehat. Seperti pada salah satu pasien yang kami damping pada hari Jum’at, 15 Maret 2024. Pasien yang merupakan seorang remaja berusia 18 tahun, harus merelakan putus sekolah demi berfokus kepada pengobatan TBC. Mirisnya, pasien telah mengalami penyakit TBC sebanyak 2 kali, sehingga untuk kedua kalinya, pasien mengalami penyakit TBC RO atau kebal obat. Pola hidup yang kurang teratur saat pasien berada di pesantren, seperti kurangnya jam tidur dan padatnya kegiatan, diyakini menjadi salah satu faktor penyebab pasien terkena TBC. Selain itu, makanan dan minuman yang kurang higenis, juga menjadi pemicu pasien terkena TB. Saat di pesantren, pasien mengaku bahwa air minum yang dikonsumsi diminum tanpa diolah terlebih dahulu, dan langsung bersumber dari mata air. Selain itu, pesantren yang pasien tempati adalah pesantren yang berada pada kawasan gunung yang identik dengan cuaca dingin dan hawa yang lembab. Cuaca seperti ini merupakan cuaca yang disukai oleh bakteri TBC, karena cuaca dingin dan hawa lembab membuat bakteri TBC dapat berkembang biak dengan cepat. Berbeda hal nya dengan wilayah dengan cuaca panas. Wilayah dengan cuaca panas dapat membantu memusnahkan bakteri TBC yang sedang hinggap pada tubuh manusia. Hal ini, juga bergantung kepada kekebalan tubuh dari pasien. Tapi, dikarenakan pasien memiliki jam istirahat yang kurang, maka diyakini kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh pasien juga ikut melemah, sehingga bakteri TBC dapat dengan cepat menguasai tubuh pasien.
Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat dan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, rajin berjemur, serta senantiasa menjaga diri dan lingkungan agar tetap sehat dan bersih merupakan kunci dan upaya untuk menghindari penyakit TBC. Seperti yang kita tahu, kita tidak dapat memprediksi siapa yang membawa kuman TB dan siapa yang menyebarkan penyakit TB, sehingga upaya, usaha dan kewaspadaan perlu ditanamkan dalam diri kita untuk tetap peka terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan.
Penulis : Amelinda Nurul Fadzillah